Kejang-kejang disebabkan stres yang berlebihan

  
sumber : apa


    Stres bukan hanya terjadi ketika kita tua tetapi sering terjadi sejak saat kita berusia muda. Kadang kita hanya berpikir akan permasalahan yang menyebabkan stres di kehidupan kita, tetapi tidak menyadari ada dampak lain yang sangat berbahaya jika stress ini tetap di biarkan berkelanjutan dalam jangka panjang.
  Stres dan kecemasan yang parah dan berkepanjangan dapat memicu terjadinya kejang epilepsi. Bahkan, jika pengidap epilepsi itu sendiri takut mengalami kejang-kejang saat berada di bawah tekanan, hal ini justru bisa menjadi ‘lingkaran setan’ yang membuatnya menjadi lebih cepat kejang.
   Kejang karena stres diduga terjadi karena adanya peningkatan aktivitas korteks piriform pada otak. Hal ini pernah diuji oleh para peneliti, yang hasilnya diterbitkan pada jurnal Science Signaling. Dalam risetnya, peneliti menggunakan sampel tikus yang memiliki dan tidak memiliki epilepsi.
  Pada keduanya dilakukan analisis terhadap bagian korteks piriform tikus dengan melihat aktivitas hormon kortikotropin atau Corticotropin Releasing Factor (CRF). CRF ini merupakan neurotransmiter, yaitu bahan kimia yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar sel saraf. CRF mengatur respon perilaku terhadap stres.
  Di antara tikus tanpa epilepsi, para peneliti menemukan bahwa CRF mampu mengurangi aktivitas pada kortes piriform otak. Namun sebaliknya, CRF justru meningkatkan aktivitas korteks piriform pada tikus dengan epilepsi.
  Jika dilihat dari sampel tikus dengan epilepsi, mereka menemukan bahwa CRF justru mengaktifkan suatu protein yang disebut dengan pengatur protein G yang memberikan sinyal pada protein tipe 2 (RGS2). Protein inilah yang ternyata mengubah komunikasi antar saraf di korteks piriform menjadi terbalik, sehingga malah meningkatkan risiko kejang.
  Peneliti menduga bahwa temuan ini juga mungkin berdampak pada gangguan saraf lainnya, seperti depresi dan skizofrenia. Bila semakin dibiarkan, kondisi ini dapat memicu proses neurokimia yang dapat meningkatkan keparahan gejala epilepsi.

Minimalisir Stres dengan Tips Berikut

  Kejang dapat terjadi oleh banyak hal, bukan hanya stres. Namun, jika kejang terjadi karena stres, meminimalisir stres merupakan hal yang sangat perlu dilakukan. Terutama jika memiliki riwayat epilepsi sebelumnya. Mengelola stres dengan baik merupakan suatu keharusan.
Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meminimalisir stres:
1. Menulis penyebab stres yang dirasakan dalam buku harian atau jurnal.
2. Makan makanan bergizi seimbang.
3. Olahraga teratur untuk membantu menurunkan stres, seperti yoga, tai chi, atau pilates.
4. Membatasi minum alkohol.
5. Istirahat yang cukup dan nyenyak dan minum obat kejang tepat waktu.
6. Hindari terlalu banyak tidur siang agar tidak mengganggu jam tidur malam.
7. Melakukan aktivitas yang menyenangkan yang disukai, misalnya menonton film, mendengarkan musik, atau jalan-jalan.
8. Lakukan relaksasi dengan teknik pernapasan dalam atau pijat.
9. Meminta dukungan dari keluarga dan orang terdekat.
10. Jika stres belum mereda, cobalah mengikuti konseling atau psikoterapi untuk pemilihan pengobatan yang tepat.
Sumber : halodoc

0 Response to "Kejang-kejang disebabkan stres yang berlebihan"

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel